Menu

Mode Gelap
Dewasalah Saudara Tua, AC. Milan Tesla Dahlan Iskan dan “Ejekan” untuk Giliraja

Wisata · 24 Mei 2022 11:45 WIB ·

Dua Kali Menparekraf ke Madura, Bagaimana PAD Wisata?


 Menparekraf RI Sandiaga Uno pada acara Pamekasan Fashion Week (PFW) di Pendapa Ronggosukowati 1 April 2022 lalu. Perbesar

Menparekraf RI Sandiaga Uno pada acara Pamekasan Fashion Week (PFW) di Pendapa Ronggosukowati 1 April 2022 lalu.

Catatan Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan berkunjung ke empat kabupaten di Madura hari ini (24/5).

Kunjungan Sandiaga ini bukan yang pertama kali tahun ini. Pada 1 April 2022 lalu, Sandiaga juga berkunjung ke Madura. Ke Sumenep hadir pada acara FGD di Ponpes Al-Amien Prenduan. Ke Pamekasan hadir pada acara Pamekasan Fashion Week.

Lalu pada 2 April 2022, Sandiaga ke Sampang. Berkunjung ke Kampung Milon Napote, Desa Bira Timur Kecamatan Sokobanah. Lalu di Bangkalan, Sandiaga Uno membuka Festival 1001 Menu Bebek pada 31 Maret 2022.

Pada hari ini, Sandiaga juga dijadwalkan ke Sumenep. Berkunjung ke empat tempat. Salah satunya Kampung Keris Aeng Tong-tong. Lalu bergeser ke Pamekasan untuk pengembangan Kabupaten Kreatif. Menparekraf pengganti Wishnutama ini akan disambut di Pendapa Ronggosukowati.

Di Sampang, Sandiaga dijadwalkan bertemu para pelaku ekonomi kreatif di Warung Makan Asela. Lalu malam nanti, dijadwalkan ke area Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan dalam agenda pelatihan UMKM.

Apa Spiritnya?

Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Pamekasan Basri mengatakan, Sandiaga ingin menumbuhkan ekonomi dan wisata Madura. Yang lunglai diterjang pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.

Dia menyebut, secara umum kunjungan Menparekraf ke arah pemulihan ekonomi di sektor wisata dan industri ekonomi kreatif di Madura.

Pada acara FGD di Sumenep pada April lalu, Sandiaga menyebutkan bahwa dirinya mengingingkan Madura Raya dibranding ulang. Dia tidak menyebut secara khusus satu kabupaten. Namun dia menyebut Madura Raya. Dia menginginkan citra Madura keseluruhan adalah Pulau Kreatif.

Dia juga menyebut, Sumenep hingga Bangkalan memiliki obyek wisata bernilai. Memiliki kearifan lokal. Dari kuliner, alam, batik hingga situs. Madura, kata Sandi, memiliki oretan sejarah panjang. Sejarah religiusitas hingga kerajaan. Dia menyebut, ini semua bisa digali menjadi wisata bernilai.

Menparekraf menyebut, ada tiga program yang disiapkan untuk menjadi pemicu lebih berkembangnya bidang ekonomi kreatif dan wisata di Madura. Tiga program ini adalah upaya-upaya apresiatif Kemenparekraf untuk memotivasi kota dan kabupaten.

Pertama, apresiasi dengan penetapan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa). Kedua, Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) kepada pelaku-pelaku kreatif. Ketiga, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Pekerjaan Rumah Wisata Madura

Semangat Sandiaga Uno, saya kira mesti diiringi langkah konkret. Sebab tidak banyak wacana yang lahir jadi kongkrit. Semangat tinggal semangat. Wacana tinggal wacana. Salah satu pemicunya yang mungkin muncul karena pejabat pengampu bidang wisata dan ekonomi di daerah kehilangan nalar kreatifitasnya.

Secara konkret, ukuran wisata disebut berkembang manakala ia menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. Misal di Kota Batu.

Dilansir dari Republika.co.id, PAD pariwisata Kota Apel ini mencapai Rp 123,6 miliar pada 2020 atau sebesar 40 persen dari total PAD kota yang pernah dijuluki Swiss Kecil di Pulau Jawa itu.

Sementara, di Sumenep, PAD pariwisata ditargetkan Rp 1,5 miliar pada 2022 ini. Target yang bahkan berkali-kali lipat lebih besar dari tiga kabupaten lain di Madura. Dilansir dari KabarMadura.id, capaiannya Rp 205 juta hingga awal Mei 2022.

Di Pamekasan, target PAD sektor ini hanya Rp 90 juta tahun 2022. Angka target yang sangat kecil dibandingkan Sumenep–tanpa perlu kita tanya berapa realisasinya per Mei 2022.

Sementara–dikutip dari laman berita yang sama–di Sampang, pada 2021 hanya dapat PAD Pariwisata Rp 68 juta setahun. Angka yang lebih kecil lagi dari Kota Pamekasan. Lalu di Bangkalan, sumbangan PAD pariwisata berkisar Rp 60 juta pada 2021.

Saya tidak mau menyebut, memberi atau terjebak pada kesimpulan bahwa wisata di Madura tidak berkembang. Kata “berkembang” bisa diperdebatkan. Indikatornya bisa berbeda untuk menyebut berkembang dan tidak berkembang.

Tetapi, PAD pariwisata, saya kira adalah gambar paling nyata untuk melihat kondisi sektor wisata di empat kabupaten di Madura.(*)

*penulis adalah Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP) Ongky Arista UA.

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rogoh Rp 50-200 Ribu untuk Foto Depan Bioskop Madura

14 Desember 2021 - 23:36 WIB

Mengunjungi Wisata Sawah Madura

14 Desember 2021 - 13:56 WIB

Trending di Wisata